Konservasi Tebing: Mengalirkan Air Dari Tebing ke Perkampungan

[31 Oct 2014]

Di musim panas ini air bersih menjadi masalah sebagian masyarakat yang mempunyai sumber air terbatas, apalagi bagi penduduk desa yang tinggal di sekitar tebing batu tempat para pemanjat melakukan kegiatan panjat tebing. 

Seringkali ketika kita sedang merayapi permukaan tebing ditemukan tetesan mata air yang jika dikumpulkan dapat sangat membantu masyarakat di sekitar tebing yang bermukim jauh di kaki bukit. Dengan sedikit perhitungan dan biaya untuk pengadaan pipa pvc maka air dapat dinikmati masyarakat. Berikut hal yang dapat dilakukan:

Gunakan aplikasi Google Earth untuk menentukan beda ketinggian antara kolam penampungan di dekat sumber dan kolam penampungan di sekitar rumah penduduk. Buat track pipa dengan Google Maps untuk mengukur secara tepat kebutuhan pipa pvc. Dengan kontur yang naik-turun dari sumber ke perkampulan, pastikan ketika jalur menanjak diameter pipa mengecil. Idealnya diawal diameter pipa adalah 2,5" dan di ujung menjadi 1/2". 

Bagusnya antara kolam sumber dan kolam penampungan di warga pipa tidak diganggu sama sekali misalnya oleh warga yg menyuntik ke bak penampungan di dalam rumah masing-masing, jika itu terjadi maka air akan tidak pernah mencapai bak penampungan akhir. 

Untuk jarak 1.200m dengan diamater pipa awal 2" dan akhir 3/4" air akan sampai ke bak penampungan di perumahan warga yang diletakkan 12m di atas permukaan tanah dalam waktu 2 jam. Tidak perlu dilakukan teknik pembuangan angin palsu, karena dengan beda diamter yang terus mengecil cukup kuat menekan angin tersebut. Beda ketinggian akhir antara kedua bak adalah sekitar 28m. 

Teknik ini sudah dibuktikan di Desa Cihuni Kec Plered Kab Purwakarta Jawa Barat. Pada proyek ini pemanjat tebing sama sekali tidak melakukan pemanjatan.