Panjat Tebing Untuk Pemula (Bagian 2) - Memanjat Top Rope

Gambar141
[06 Nov 2014]

Setelah teknik pemanjatan sederhana, berikutnya adalah melakukan pemanjatan vertikal pada jalur mudah dengan cara diamankan. Namun sebelum itu ada prosedur standar yang wajib difahami yaitu:

  1. Dapat mengenal dan menggunakan peralatan dasar
  2. Dapat membuat simpul pokok
  3. Dapat melakukan 5 tahapan pengaman pemanjatan (climbing belay)
  4. Dapat berkomunikasi dengan rekan pemanjatan
  5. Dapat melakukan pemanjatan secara top-rope pada jalur mudah.

Kelima kemampuan dasar itu wajib dikuasai sebelum melakukan pemanjatan sesungguhnya. Mari kita bahas satu per satu. 

Peralatan dasar yang perlu diketahui adalah tali pemanjatan yang bersifat dinamik, tali tubuh pemanjatan (climbing seat harness) dan cincin kait. 

Kita mesti memahami secara sepintas fungsi dan kekuatan masing-masing alat tersebut, tujuannya agar saat memanjat nanti kita yakin bahwa alat tersebut akan menjamin keselamatan kita. 

Setelah itu kita harus melakukan pemeriksaan visual dan fisik dari alat trrsebut sebelum digunakan, hal ini dapat mencegah kita menggunakan tali yang mempunyai kerusakan yang mungkin tidak terlihat. 

Berikutnya adalah dapat menggunakan seat harness tanpa bantuan, lalu dapat memeriksa seat harness yang digunakan rekan kita (buddy checking). 

Kemampuan simpul pokok hanya satu yaitu simbul 8, simpul 8 itu lalu diikatkan ke seat harness sebelum kita melakukan pemanjatan. Teknisnya dijelaskan pada video berikut ini

Lima langkah mengamankan pemanjatan (five steps climbing belay) adalah kemampuan kita mengamankan rekan kita yang melakukan pemanjatan. Teknis secara detil dapat dilihat pada video ini. Dengan tahu teknik pengamanan pemanjatan itu kita akan yakin bahwa saat melakukan pemanjatan rekan kita akan mengamankan kita secara benar sehingga kita bisa terus fokus menggapai ketinggian.

Komunikasi pemanjatan dilakukan dalam bahasa Inggris, hal ini dimaksudkan agar kita dapat melakukan prmanjatan dengan siapa saja nantinya tidak hanya dengan teman satu kampung misalnya. Hanya dikenal beberapa kata dasar untuk komunikasi dalam pemanjatan. Berikut adalah komunikasi antara pemanjat (P) dan belayer (B):

  • P: Belay on (amankan), B: on belay (diamankan)
  • P: Climbing (manjat), B: Ok climb
  • P: Slack (minta ulur tali ke belayer), P: Pull (minta kencangkan tali ke belayer)
  • P: Rock (ada batu jatuh)
  • P: Top (sampai puncak)
  • P: Lower me (turunkan saya), B: Lowering (menurunkan)
  • Belay off (lepaskan pengamanan), B: Off belay (pengamanan dilepas)

Terakhir adalah melakukan pemanjatan secara top-rope, yaitu dengan tali yang sudah terpasang pada titik pengaman. Dan kita melakukan pemanjatan diamankan (di-belay) oleh rekan kita. 

Video ini menggambarkan seluruh komunikasi dan proses pemanjatan top-rope tersebut.

Jika kita telah mampu melakukan ke-5 kemampuan dasar tersebut maka kita bisa dinyatakan telah mencapai kualifikasi pemanjat tebing olahraga level 1, secara formal instruktur bersertifikat yang boleh menyatakan seseorang telah mempunyai kualifikasi tersebut atau belum. Ke-5 kemampuan dasar tersebut oleh Instruktur akan dilatih sekitar 4 jam pelatihan. Selamat berlatih (Bersambung)