Teknik Pemanjatan Lanjut (1) - Kelelahan

[20 Nov 2014]

Rasa lelah (fatigue sensation) adalah salah satu mekanisme perlindungan tubuh. Ketika melakukan pergerakan berikutnya sudah terasa tidak nyaman, rasa lelah mencegah tubuh menghabiskan kondisi badan ke tingkat yang tidak bisa dipulihkan.

Ada dua jenis kelelahan: lokal dan total. Kelelahan lokal hanya mempengaruhi daerah lokal yang terlibat pada pergerakan secara langsung. Hal tersebut bisa disebabkan oleh trauma mikro pada otot, terakumulasinya sisaan seperti asam laktat, atau berkurangnya glikogen, protein, elektrolit atau lainnya dalam otot. Kelelahan lokal teridentifikasi dari rasa sakit, otot mengeras, kram, atau lemah karena pengerahan tenaga yang lama dan tinggi. Kelelahan lokal yang sangat adalah sesuatu yang normal.

Kelelahan total melibatkan sistem jaringan syaraf dan hormonal yang mendukung pemulihan seluruh tubuh. Kelelahan total adalah hasil dari akumulasi kelelahan lokal pada seluruh anggota tubuh. Membuat tubuh lelah dengan kelelahan total membahayakan pemulihan lokal dan tidak diinginkan oleh pemanjat tebing. Tanda-tanda kelelahan total adalah berkurangnya konsentrasi, waktu reaksi yang lebih lambat, dan berkurangnya presisi setiap gerakan.

Untuk kebanyakan olahragawan, beristirahat dari kegiatan olahraga (pemulihan pasif) dapat menjadi langkah penyembuhan dari kelelahan lokal maupun total. Sedangkan bagi pemanjat tebing yang sangat membutuhkan semua anggota tubuhnya terus pada posisi baik sangat sulit untuk melakukan pemulihan pasif karena tidak ingin menjadi pemanjat 'pemula' lagi saat nanti melakukan pemanjatan, latihan tertentu dapat mempercepat proses recovery (bersambung).

Diterjemahkan dari: Performance Rock Climbing , Dale Goddard and Udo Neumann (1993)