Kenikmatan Memanjat Tebing

Gambar163
[03 Feb 2015]

Apa sih yang didapat dari kegiatan memanjat tebing? Pertanyaan itu sering diajukan oleh banyak orang, dan para pemanjat biasanya akan kesulitan menemukan jawabannya. Faktanya melakukan pemanjatan sulitnya bukan main, jika jatuh luka badan sudah pasti akan diderita, kok orang mau melakukannya just for nothing.

Ketika seseorang akan melakukan pemanjatan tebing (juga pendakian gunung) tentunya dia akan memasang target sasaran yaitu mencapai akhir dari jalur atau tebing. Dengan telah ditetapkannya target, dia pun melakukan berbagai persiapan fisik dan mental berhari-hari, karena tanpa persiapan sudah pasti target yang ingin dicapai tidak akan dapat digapai, dengan kata lain akan ada kegagalan. Siapa sih yang mau gagal? Ketika saat pemanjatan tiba, seluruh kemampuan dan fokus dikerahkan (saking fokusnya tidak terdengar apapun yang ada di sekelilingnya lho), dan tiba-tiba akhir jalur/tebing pemanjatan dicapainya. Muncul rasa puas karena telah berhasil mencapai target yang ingin dicapai dalam beberapa hari kemarin. Ya, kepuasan dapat merasakan suatu keberhasilan adalah jawaban "Apa sih yang didapat dari memanjat tebing?". Rasa itu tidak mungkin bisa dirasakan orang kebanyakan.

Rasa "berhasil mencapai suatu target" adalah obyek dari manajemen post-modern. Pemimpin atau leader didorong untuk menentukan target yang ingin mereka capai, lalu segala upaya dilakukan dalam jangka waktu tertentu mencapai target tersebut. Buat yang terbiasa dengan target-keberhasilan, "segala upaya" untuk berhasil adalah hal biasa dalam permainan dan dianggap sebagai pendorong (motivator), namun untuk yang tidak-terbiasa dengan itu "segala upaya" adalah sumber stress yang membahayakan mereka. Karena itulah kegiatan panjat tebing pada skala tertentu sering digunakan sebagai media untuk latihan kebiasaan "target-keberhasilan". Alah bisa karena biasa..

Foto: gopixpic.com