Opini: Mengurus Organisasi Panjat Tebing

[16 Apr 2018]

Organisasi adalah wadah berkumpulnya penggiat suatu kegiatan. Tentunya di organisasi panjat tebing berkumpul para pelaku dan simpatisan kegiatan panjat tebing. Lantas apa bedanya organisasi panjat tebing dengan organisasi seni karawitan misalnya?

Pada setiap organisasi akan ada kegiatan yang membuat organisasi hidup. Berbagai jenis kegiatan yang terkait dengan organisasi, bisa berupa latihan bersama, pelatihan, pertemuan, jambore, menyusun standar kegiatan atau hanya diskusi ringat yang terkait dengan kegiatan. Nah, padatnya berbagai kegiatan itu secara tidak disadari telah menonjolkan karakter asli setiap orang yang ada di organisasi. Mulailah pengelola organisasi menemui tantangan bagaimana mengelola berbagai karakter itu agar visi dan misi organisasi tetap tercapai. 

Dengan melihat kegiatannya, sejatinya pemanjat tebing adalah jenis manusia yang mempunyai tingkat keberanian lebih tinggi dari profesi lain. Keberanian itu tentunya akan diejawantahkan dalam kehidupan keseharian, termasuk dalam berorganisasi. Jika dia berperan sebagai pemimpin organisasi, dia akan mengambil keputusan tanpa takut dengan ‘bisikan’ kiri-kanan. Jika dia hanya anggota biasa atau anggota pengurus organisasi, dia berani menyuarakan yang secara obyektif harus didengar oleh seluruh unsur dalam organisasi untuk kebaikan dan kemajuan organisasi. 

Nah, masalah akan muncul dan membesar jika pengelola organisasi tidak memahami karakter dasar kegiatan panjat tebing, terlebih jika beberapa oknum tidak sadar bahwa salah satu karakter dasar mereka seharusnya adalah keberanian, termasuk keberanian memegang komitmen.