Berita Terbaru

Image-349
[10 May 2019] Tebing Tersembunyi di Bumi Rembang

Berjarak sekitar satu jam dari Masjid Raya Lasem kita akan bertemu dengan rangkaian tebing bagus bernama Tebing Reco. Tebing dengan bentangan beberapa kilometer sangat potensial untuk menjadi kawasan panjat tebing yang populer. 

Tebing hanya berjarak tidak lebih dari 100 meter dari jalan aspal mulus antara desa, tepatnya berada di wilayah Desa Bitingan Kecamatan Sale Kabupateng Rembang. 

Daerahnya masih asli banget, di rumah penduduk masih banyak dipelihara hewa sapi namun untungannya sinyal 3G masih terasa kencang, sehingga kegiatan browsing dijamin tidak terganggu. 

Untuk yang tertarik membuat jalur pemanjatan, jangan kuatir karena di tebing dengan lebar raturan meter baru ada hanya belasan jalur. Lokasi bandara terdekat adalah Bandara Achmad Yani Semarang. Transportasi ideal adalah bis antara kota dengan tujuan Lasem. 

Image-348
[25 Feb 2019] Jembatan yang Dinanti 12 Tahun

Awal Februari lalu kita menyelesaikan jembatan gantung ke 70 berlokasi di sungai Bakul, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Jembatan ini dibangun bekerjasama dengan Satuan Tugas Pamtas RI Malaysia dari Batalyon  Infanteri 320/Badak Putih dan masyarakat sekitar jembatan 

Keberadaan jembatan menjadi akhir penantian selama 12 tahun masyarakat. Semoga keberadaan jembatan membawa manfaat yang banyak dan semoga masyarakat dapat memelihara jembatan tersebut sehingga dapat digunakan untuk masa yang panjang. 

Image-346
[15 Nov 2018] K3 Ketinggian

Awal Nopember 2018 lalu Tim Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung sedang melakukan pembekalan keselamatan dan kesehatan (K3) kerja pada ketinggian bekerjasama dengan  Asosiasi Kerja pada Ketinggian. Kegiatan ini merupakan salah satu program dari AKPKI dalam mensosialisasikan K3 pada ketinggian di Indonesia.

Kegiatan berlangsung di Training Center VRI Bandung Jawa Barat.

Kegiatan yang diikuti oleh tim inti ekspedisi didukung oleh PT Spanset Indonesia yang memberikan sumbangan berupa lanyard dan fullbody harness kepada peserta. 

Image-343
[04 Oct 2018] Membantu Evakuasi Korban Gempa Palu

Saat berita ini ditulis, terdapat 5 personil VRI yang berada di Palu Sulteng untuk melakukan proses evakuasi korban di titik bencana. Tim VRI dipimpin oleh Palah Sabarudin yang berangkat dari Jakarta pada hari Rabu (3/10). 

Kekuatan tim akan terus ditambah mengingat skala kerusakan yang sangat masif pastinya membutuhkan personil yang tidak sedikit dan diharapkan personil dari berbagai daerah dapat bergabung membantu masyarakat yang terkena bencana di Palu dan sekitarnya. 

Image-340
[25 Sep 2018] Penghargaan dari Pemkab Serang Banten

Pemerintah Kabupaten Serang Banten memberikan penghargaan setinggi - tingginya kepada Tedi Ixdiana selaku komandan Vertical Rescue Indonesia, karena telah banyak menggagas berbagai macam hal positif khususnya dibidang kemanusiaan bagi masyarakat di Kabupaten Serang.

Diketahui sebelumnya bahwa tim Vertical Rescue Indonesia telah menggagas pembangunan  sejumlah  jembatan gantung di wilayah Kabupaten Serang, untuk membantu masyarakat yang harus menyebrang sungai untuk berbagai aktivitas, seperti sekolah.

Penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Serang ini, bukanlah penghargaan pertama dibidang kemanusiaa, Tedi Ixdiana beserta tim Vertical Rescue juga mendapat penghargaan dari Tim Sinkronisasi Gubernur Jawa Barat, atas kontribusi tenaga dan pemikirannya.

Terlepas dari penghargaan yang diraih, VRI akan terus berkontribusi bagi Indonesia, melalui program 1000 Jembatan Gantung Indonesia untuk membantu masyarakat beraktivitas tanpa hambatan ketika menyebrangi sungai atau ngarai. 

Image-339
[13 Mar 2019] Tedi Ixdiana Terima Penghargaan Dari Gubernur Baru Jawa Barat

Vertical Rescue Indonesia - Ekspedisi Pembangunan 1.000 Jembatan Gantung untuk Indonesia yang dilakukan komunitas yang menamakan diri dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI),merupakan gerakan kemanusiaan yang bertujuan untuk membantu masyarakat di daerah terpencil seluruh Indonesia. Daerah dimana segala sesuatu masih serba terbatas, termasuk keterbatasan dalam segi infrastruktur dalam hal ini jembatan untuk menyebrangi sungai.

Gerakan  pertama yang di lakukan tim Vertical Rescue Indonesia (VRI) dalam pembangunan Jembatan Gantung yakni berlokasi di Sungai Cimanuk Kabupaten Garut pasca banjir bandang 3 tahun lalu.

Saat itu tim yang dibantu masyarakat sekitar berhasil membangun jembatan gantung darurat dalam kurun waktu 4 x 24 jam, hal tersebut disampaikan langsung oleh Tedi Ixdiana yang merupakan komandan dari Vertical Rescue Indonesia.

“Bermula pada 15 Oktober 2016, atas dasar banyaknya permintaan dari masyarakat, kami mendeklarasikan Tim Expedisi 1.000 Jembatan Gantung untuk Indonesia dan langsung bergerak ke seluruh pelosok daerah di Jawa Barat dan daerah lain di Indonesia.Mengingat kondisi masih banyak yang sangat membutuhkan akses penyeberangan." cerita Tedi Ixdiana.

Waktu yang digunakan dalam membangun jembatan darurat tim VRI adalah 4 hari.

Dalam pembuatannyaTim Ekspedisi 1.000 Jembatan  bekerjasama dengan masyarakat umum hingga TNI dan POLRI.

Namun sebelumnya Tedi Ixdiana bersama Tim Pendaki dari Brigif 20 / IJK Kodam Cenderawasih juga telah membuat satu jembatan yang menghubungkan dua tebing jalur atau akses pendakian ke puncak gunung Carstensz Pyramid, dimana puncak ini adalah salah satu puncak tertinggi di dunia.

Mulai saat itu tim Vertical Rescue Indonesia yang dikomandoi oleh seorang Tedi Ixdiana mendedikasikan dan berkomitmen untuk membangun 1000 Jembatan Gantung untuk Indonesia,khususnya bagi wilayah-wilayah yang memang masih terpencil namun amat sangat membutuhkan suatu akses penyebrangan (jembatan darurat).

Image-338
[27 Sep 2018] Sekolah Panjat Tebing 118 di Markas Vertical Rescue

Sekolah Panjat Tebing Merah Putih ke-118, diadakan di Markas Komando Vertical Rescue Indonesia, jl. Pahlawan no.70 Bandung yang diikuti 25 orang peserta dari berbagai macam Sispala dan Pramuka di Bandung.

Materi yang diberikan selain teknik memanjat tebing/dinding dengan benar, peserta juga diajarkan Hauling dan Lowering kering, serta simpul dan jerat. Meski yang diberikan merupakan teknik dasar,peserta tetap antusias mengikuti seluruh materi yang digelar selama 2 hari ini.

Sekolah Panjat Tebing ini rutin digelar oleh Vertical Rescue Indonesia dan Sekolah Panjat Tebing Merah Putih, untuk mencari bibit-bibit pemanjat tebing Indonesia.

Adi Cahyadi Wibowo salah satu instruktur  sekolah panjat tebing merah putih ke-118 mengatakan “Hal ini dilakukan untuk mendukung program Gerakan 1juta Pemanjat Tebing untuk Indonesia”.

"kedepannya mereka bisa menerapkan materi yang diberikan di Sekolah Panjat Tebing ini untuk berlatih panjat tebing dengan aman di komunitasnya sendiri hingga tahap ekspedisi", tegas Adi.

Sebelumnya, sekolah panjat tebing juga digelar di Tebing Citatah, Padalarang, Bandung Barat pada 1-2 September 2018.

Dengan pemateri Tedi Ixdiana dari Vertical Rescue Indonesia dan Harry Sulliztiarto pendiri Skygers.(tia)

Image-337
[16 Sep 2018] Fun Climb di Anyer Krakatau Culture Festival 2018

Hari minggu kemarin (16/9) Komunitas Panjat Tebing Merah Putih berpartisipasi di acara Anyer Krakatau Culture Festival 2018 dengan menggelar kegiatan fun climb dengan mendirikan tiga dinding panjat  

Kegiatan fun climb kita ternyata menarik minat masyarakat yang cukup tinggi, karena acara manjat yang cuma seharian itu diikuti oleh sekitar 300 pemanjat dari berbagai usia. 

Peminat fun climb datang dari berbagai tempat di sekitar kegiatan yang berlokasi di Pantai Anyer Banten termasuk juga para turis yang kebetulan sedang berwisata di pantai tersebut. 

Image-335
[13 Mar 2019] Hijabers, Panjat Tebing Yuk!

Olahraga ekstrim masih dipandang hanya untuk sebagian kalangan. Bahkan untuk Panjat Tebing hanya bisa dilakukan Laki-laki. Namun, semenjak Aries Susanti peraih medali emas pada Asian Games 2018 lalu, stigma Panjat Tebing hanya untuk sebagian kalangan langsung terbantahkan. 

Panjat tebing, saat ini sudah merambah pada kaum perempuan, tanpa memandang usia. 

Lalu bagaimana dengan perempuan yang bercadar, pakai gamis, ataupun kerudung panjang?? Jangankan untuk ikutan olahraga ekstrim, untuk olahraga lainnya aja pasti akan ada yang bilang ribet banget. Gimana bisa loncat-loncat pakai rok panjang gitu? Gimana bisa mereka naik-naik kaya gitu? 

Stigma "keribetan" itu justru dipatahkan oleh para wanita-wanita berpakaian syar'i ini.  Mereka membuktikan meski menggunakan gamis dan bercadar, tapi mereka tetap bisa berolahraga ekstrim, seperti memanjat dinding.  

Mereka bisa berolahraga dengan senang, manjat poin-poin yang terpasang di dinding, dan tak jarang mereka juga bergelantungan, seperti pemanjat lainnya. 

Ladies Day kegiatan yang rutin dilakukan setiap minggunya,  di Markas Vertical Rescue Indonesia, Bandung. Diikuti lebih dari 20 anggota yang berasal dari berbagai kalangan. Tidak hanya yang becadar, bergamis atau berkerudung saja yang mau bergabung, tapi semua perempuan dari berbagai latar belakang. 

Coach Ita salah satu instruktur mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan Ladies Day ini untuk memberikan tempat bagi perempuan-perempuan yang ingin berolahraga, dan mencoba olahraga panjat dinding. 

"Kami hanya memfasilitasi teman-teman perempuan yang ingin berolahraga, tapi segan kalau harus dilihat laki-laki. Jadi kami adakan ladies day ini." ujar Ita saat ditemui di Markas Vertical Rescue Indonesia (15/9). 

Kegiatan yang sudah diadakan 11 kali ini, awalnya hanya ada 1 anggota. Namun seiring berjalannya waktu, dan banyak perempuan yang hadir, hingga kini sudah mencapai 20lebih anggota yang berasal dari berbagai komunitas. 

Ria, salah satu anggota menuturkan, awal mula dia mengikuti kegiatan ini supaya bisa kembali berolahraga meski hanya seminggu sekali. 

"Aku dulu rutin olahraga, terus sempat berhenti. Nah pas tau ada kegiatan ini, aku ikutan lah. Lumayan olahraga seminggu sekali juga." tambah Ria (15/9) 

Dalam Ladies Day, kegiatannya memang baru Bouldering (salah satu olahraga yang diadaptasi dari rock climbing, tanpa menggunakan pengaman berupa tali dan harnest), namun kedepannya para anggota ini akan diajak ke Tebing untuk menjajal serunya memanjat di Tebing. 

"Kami uda siapkan kurikulum untuk Ladies Day, selain bouldering nanti juga mereka akan manjat di papan Vertical dan tryout ke Tebing juga." tutup Ita. 

Jika anda (perempuan) tertarik untuk menjajal olahraga ekstrim Panjat Tebing, anda bisa datang langsung ke Markas Vertical Rescue Indonesia di Jl. Pahlawan No. 70 Bandung, setiap hari Sabtu jam 09.00-11.00. (tia)