Berita Terbaru

Image-243
[04 Nov 2017] Jembatan ke-38 Pangandaran

Saat ini kita sedang melakukan pembangunan jembatan ke-38 di atas Sungai Cikembulan, Kab  Pangandaran, Jawa Barat. Jembatan dengan bentangan sekitar 50 telah mulai dikerjakan sejak hari Jumat kemarin, diharapkan besok Minggu bisa selesai dan bisa dipergunakan sehingga pada hari Senin anak-anak yang berangkat sekolah tidak perlu lagi turun ke sungai yang membahayakan jiwanya. 

Pada foto terlihat personil 1.000 Jembatan VRI sedang membuat deadman yang akan menjadi inti dari jembatan gantung Merah Putih. 

Image-239
[08 Oct 2017] Manjat di Vietnam

Vietnam ternyata punya banyak tempat bagus untuk panjat tebing, terutama di bagian utara tepatnya di Kepulauan Cat Ba dan Teluk Halong. Awal minggu ini kita mempunyai kesempatan melakukan eksplorasi ke Kepulauan Cat Ba yang berjarak sekitar 4 jam menggunakan bis dan ferry dari Kota Hanoi. 

Meliuk-liuk jalan nan mulus selepas turun dari ferry, kita sampai di tempat wisata Cat Ba. Terlihat banyak turis dari berbagai negara lalu lalang di jalan tepi pantai yang dipenuhi hotel-hotel dengan pemandangan dermaga pelabuhan dan restoran apung. 

Setelah menginap semalam di hotel menghadap laut yang bertarif tidak lebih dari US$15, kita bergerak ke kawasan pemanjatan yang diberi nama Hidden Valley menggunakan taksi dengan biaya sekitar Rp.20.000,- saja. Tebingnya sendiri hanya dapat dicapai dengan tambahan berjalan kaki sekitar 30 menit dari akhir jalan beraspal. 

Tebing overhang limestone dengan ketinggian selitar 100m membentang dengan lebar sekitar 500m. Terdapat sekitar 60 jalur panjat tebing dengan tingkat kesulitan beragam antara 5.9-5.12. Dekat dengan tebing banyak tumbuh pohon jeruk bali dan apel vietnam yang jika sedang musim buah pasti menyenangkan untuk didatangi. Sangat direkomendasikan untuk melakukan kegiatan lebih besar seperti pembuatan jalur baru untuk mempererat hubungan dengan komunitas pemanjat tebing Cat Ba. 

Image-238
[28 Sep 2017] Jembatan ke-35 Sungai Cisanggarung Kab Cirebon Jawa Barat

Saat ini Tim 1.000 Jembatan Gantung utk Indonesia Vertical Rescue Indonesia sedang mengerjakan prmbangunan jembatan ke-35 di diatas Sungai Cisanggarung Kec Cileduk Kab Cirebon Jawa Barat. Bentang jembatan diperkitakan sepanjang 125m dan lebar 1.5m diatas sungai selebar 50m. 

Diperkirakan jembatan ke-35 ini akan dapat digunakan oleh masyarakat sekitar 3 hari lagi, bentangan kabel dan penyangga pegangan, yang merupakan bagian tersulit telah terpasang, yang tersisa saat ini adalah proses pemasangan gelagar utk lantai penyebarangan. Proses pembuatan jembatan sendiri telah dimulai 3 hari lalu.  Tim melakukan kegiatan pembuatan jembatan sejak pagi hingga malam hari, karena kita sadar dengan segera tersedianya jembatan akan memperkecil kemungkinan orang hanyut terbawa arus ketika menyebrangi sungai.

Selanjutnya setelah selesai jembatan ke-35 ini, tim akan bergerak ke perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah untuk membangun jembatan ke-36 di sana. Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan dan simpatisan yang telah terlibat di proyek yang telah berjalan hampir 11 bulan. 

Image-237
[10 Aug 2017] Kursus Instruktur Asia Tenggara

Sekolah Panjat Tebing Merah Putih akan mengirimkan instrukturnya untuk mengikuti Kursus Instruktur Panjat Tebing Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh FPTI dan SEACF. 

Menurut informasi yang didapat dari website SEACF kursus akan diadakan di Pekanbaru, Riau selama 6 hari yaitu 18-23 September 2017. 

Setelah mengikuti kursus tersebut, kita akan mempunyai tambahan instruktur yang kompetensi untuk menerbitkan sertifikat berskala Asia Trnggara. 

Logo232
[22 Jul 2017] Pelatihan Membangun Jembatan Gantung

Vertical Rescue Indonesia (VRI) mengundang semua pihak dari seluruh Indonesia untuk mengikuti pelatihan dalam mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam pembuatan jembatan gantung menggunakan kabel baja. Jembatan gantung yang kami bangun jauh berbeda, karena dibangun menggunakan teknik pengamanan dalam kegiatan panjat tebing. Sehingga biaya pembangunan jauh lebih kecil dari jembatan gantung konvensional.

Diharapkan dengan mengadakan pelatihan maka Gerakan 1.000 Jembatan untuk Indonesia dapat dilakukan dengan segera, karena jika kemampuan tim Vertical Rescue Indonesia adalah rata-rata perlu waktu dua minggu untuk membuat satu jembatan, maka perlu waktu 2.000 minggu (alias 38 tahun) untuk sampai ke jembatan ke-1.000, artinya akan banyak korban yang harus menjadi korban sia-sia karena lambatnya pergerakan kami.

Ada dua alternatif untuk melakukan pelatihan, yang paling murah adalah datang ke lokasi workshop Vertical Rescue Indonesia yang difasilitasi oleh Pemerintah Propinsi Jawa Barat di Kota Bandung. Teman-teman tinggal datang, kami akan senang hati memberikan semua hal yang penting terkait pembangunan jembatan gantung.

Atau bisa juga melakukan workshop di lokasi sekalian melakukan pembangunan jembatan gantung, nah untuk yang ini temen-temen tinggal menyediakan bahan-bahan dan personil yang akan menjadi peserta workshop sekaligus bantu pelaksanaan pembangunan jembatan gantungnya. Untuk alternatif kedua mungkin lebih mahal ya, karena harus menyediakan bahan dan jika lokasi agak jauh tentu dua-tiga personil kami harus dijemput untuk datang ke lokasi.

Jika berminat, silahkan kontak kami untuk info lebih lanjut.

Image-229
[21 Jul 2017] Jembatan ke-28 di Way Sekampung Lampung Selatan

Akhir minggu lalu (16/7) jembatan ke-28 sepanjang 120m menghubungkan masyarakat Desa Jalujur Rulung Mulya Natar Lampung Selatan dengan dunia luar. 300 jiwa dari sekitar 43 kepala keluarga jika sebelum harus berputar sejauh 35km untuk berkomunikasi dengan dunia luar menyebrangi sungai Way Sekampung, maka setelah jembatan kabel yang dibangun oleh tim Vertical Rescue Indonesia dibantu temen-teman pramuka Kwartir Cabang se-Lampung masyarakat 'cukup' berjalan sejauh 5 km saja.

Mereka dapat mencapai sekolah dengan aman dan tepat waktu sekarang. Kita berharap masyarakat dapat merawat jembatan yang sangat vital tersebut sehingga dapat terus bermanfaat bagi mereka semua. 

Foto: Saat pembangunan jembatan berlangsung. 

Image-223
[14 Jul 2017] Jembatan Terpanjang

Sepuluh bulan setelah dimulainya Gerakan 1.000 Jembatan, Vertical Rescue Indonesia (VRI) yang merupakan bagian dari Komunitas Panjat Tebing Merah Putih berhasil membuat jembatan terpanjang yang menghubungkan Desa Baginda dan Desa Gunasari di  Kabupaten Sumedang (Jawa Barat). Jembatan Baginda Gunasari ini terbentang sepanjang 140 meter di atas sungai. 

Jembatan dibangun selama 6 hari dan selesai pada 1 Juli 2017 lalu atas sumbangan biaya dari Rumah Zakat. Dengan selesainya jembatan ini, kita telah menyelesaikan 27 jembatan dari target sebanyak 1.000 jembatan. Tekad untuk membantu masyarakat yang sangat kuat ternyata sangat membantu kami merealisasikan target yang bagi kebanyakan orang adalah impossible.

Dengan adanya 27 jembatan itu sekarang setidaknya anak-anak di beberapa desa pergi sekolah masuk ke kelas dengan baju tetap kering karena tidak perlu lagi berenang menyebrangi sungai atau tidak bisa sekolah ketika air sungai meluap, para pedagang bisa melintas sungai dengan aman, atau ibu-ibu bisa pergi ke pasar tanpa kuatir derasnya sungai  

Besok (14/7) kami akan membantu beberapa organisasi di propinsi Lampung teknik membangun jembatan sekalian mencoba merealisasikan jembatan ke-28. 

Image-221
[04 Dec 2016] Jembatan Ke-4 di Kampung Bojong Haur, Kab Sukabumi

Saat ini Tim Vertical Rescue Indonesia sedang membuat jembatan ke-4 antar dua kampung yaitu Bantar Kalong dan Carincing Kab Sukabumi sebagai jembatan darurat karena jembatan yang ada beberapa waktu lalu hanyut diterjang banjir. Pembangunan jembatan ini menyusul jembatan ke-3 di Sungai Cikaso minggu lalu  

Dengan jembatan darurat yang kita bangun, masyarakat tidak perlu turun ke sungai untuk menyebranginya, yang tentunya mempunyai risiko tinggi apalagi jika di hulu sungai turun hujan lebat. 

Pembuatan jembatan dapat terjadi karena dukungan penuh dari masyarakat sekitar kedua kampung dan simpatisan kita yang ada di seantero Nusantara yang rela menyisihkan dana untuk membantu kita membeli kawat baja dan kegiatan mobilisasi. 

Semoga temen-temen gak heran kok Tim VRI membangun jembatan sih? Ya, ketika tidak ada kegiatan yang terkait dengan rescue vertikal maka agar keteampilan dan insting tetap terjaga maka kita harus tetap bergerak mengasahnya. Nah membuat jembatan kabel buat masyarakat pastinya memelihara ketrampilan dan insting tali-temali yang kita miliki  

Foto: Deden sedang menggendong siswi SD menyebrang sungai ketika jembatan sedang dikerjakan. 

Image-220
[18 Nov 2016] Penataran Instruktur Panjat Tebing Lampung 2016

Kemarin (17/11) selama dua hari kita melakukan kegiatan penataran instruktur panjat tebing tingkat 1 di Pusat Latihan Tempur Marinir, Teluk Rantai, Lampung. 

Kegiatan yang berlangsung sejak hari Rabu 16/11 diikuti oleh sekitar 25 peserta yang berasal dari Propinsi Lampung dan sekitarnya. Penataran juga diikuti oleh personil non-sipil yang ada di Propinsi Lampung. 

Diharapkan setelah mempunyai kualifikasu sebagai instruktur, dapat segera mengaplikasikannya dengan mencetak pemanjat tebing yang berkarakter kuat sehingga dapat mendukung program pemerimtah dalam program pembangunan manusia Indonesia. 

Image-218
[27 Oct 2016] 1.000 Jembatan Merah Putih

Gerakan 1.000 Jembatan Gantung untuk Indonesia digagas oleh Komunitas Panjat Tebing Merah Putih, gerakan ini berawal dari kebutuhan warga di beberapa desa yang terbelah oleh sungai yang belum terjangkau oleh pembangunan jembatan permanen dari Pemerintah. 

Pada kejadian bencana banjir bandang belum lama ini di wilayah Kabupaten Garut (Jawa Barat) yang memutuskan jembatan kabel baja di kp. Cijambe kecamatan Karang Pawitan, Tim Vertical Rescue berinisiani untuk bergerak membangun jembatan kabel baja menggunakan pengalaman membuta jembatan pada kegiatan pendakian tebing. Menggunakan teknik dan peralatan yang ada hanya dalam waktu 4 (empat) hari jembatan berhasil diselesaikan bersinergi dengan seluruh potensi yang terlibat termasuk TNI dan POLRI, yang membuat kembali terhubungnya 2 (dua) desa terdampak bencana banjir bandang tersebut. Kini masyarakat dapat memanfaatkan jembatan kabel tersebut untuk kegiatan keseharian seperti ke pasar, sekolah atau lainnya.

Jauh sebelum gerakan ini, Tim Vertical Rescue dan Sekolah Panjat Tebing Merah Putih pada 17 Agustus 2015 menyelesaikan pembuatan jembatan tali baja tertinggi se Australia dan Oceania, yaitu di Puncak Cartenz Pyramid, Papua yaitu ketinggian 4884 meter diatas permukaan laut. 

Seiring jalannya waktu informasi tentang jembatan kabel baja yang terputus dan rusak di Indonesia terus masuk ke markas Vertical Rescue Indonesia di Bandung, hal ini karena beberapa media menyiarkan kegiatan yang telah kita lakukan beberapa waktu lalu di Kab Garut tersebut. Masyarakat meminta bantuan Tim Vertical Rescue untuk juga membuatkan jembatan kabel yang sama di wilayah mereka. Tentu ini menjadi tugas kita kedepan yang harus diupayakan bersama.

Pada 15 Oktober lalu, kami mendeklarasikan Tim Expedisi 1000 Jembatan Gantung untuk Indonesia dan langsung bergerak ke Kecamatan Pakenjeng, Kab Garut karena ada jembatan yang perlu diperbaiki mengingat kondisinya yang sangat membahayakan. Dalam waktu empat hari Tim Ekspedisi 1000 Jembatan bahu membahu bersama masyarakat berhasil menyelesaikan perbaikan. 

Dalam waktu bersamaan dibuatlah tim kecil yang melakukan survey di sungai Cikandang, Cirompang dan beberapa sungai lain, ditemukan beberapa titik yang butuh perbaikan dan jembatan baru.

Hal perlu ditekankan di sini, bahwa kemampuan Tim 1000 Jembatan adalah terbatas pembangunan jembatan sementara untuk lalu lalang pejalan kaki yang sangat dibutuhkan atau untuk keadaan darurat, bukan yang bersifat permanen dari beton. Hal ini perlu disampaikan agar tidak terjadi salah persepsi dari berbagai pihak.

Foto: Jembatan Kabel Menghubungkan kampung Palatar Desa Depok dan Kampung Cihideung Desa Sukamulya, Kecamatan Sindangratu, Kabupaten Garut, Jawa Barat